17 May 2011

musyawaroh sebagai solusi

Sobat.. pasti pernah melihat sekelompok orang yang datang ke kampong atau tempat anda tinggal, mereka pindah dari satu masjid ke masjid lain, membawa berbagai keperluan hingga keperluan memasak, mengajak para penduduk sekitar masjid yang disinggahi untuk meramaikan masjidnya. Gerakan ini memang tak pernah terekam kamera televise anda, tapi gerakan mereka sudah tak asing lagi di banyak belahan dunia.

Tahukah sobat, menrut aku ada begitu banyak hal yang menarik dari mereka. Mulai dari masalah pembiayaan gerakan mereka yang nyaris BIAMWALIHIM WA ANFUSIHIM, lalu masalah nama gerakan mereka yang memang tak ada, mereka berdalil bahwa gerakan mereka adalah gerakan yang berhak untuk dilakukan oleh berbagai komponen ummat muhammad S.A.W. sungguh berbeda dengan gerakan-gerkan lainnya yang cenderung ingin selalu menonjol dari yang lainnya.

dan masih banyak lagi hal hal yang menarik pada diri mereka. Intinya  anda akan menemui pada diri mereka, hal-hal yang tak ada pada diri ormas-ormas atau majelis-majelis atau gerakan-gerakan muslim lainnya. Tak ada pedang, tak ada demo di jalanan yang ujung-ujungnya di cuekin juga (gila aja ... hari gini pemimpin mana yang mau tau urusan perut orang?) 

Dan masih buaaanyak lagi, tapi Salah satu saja yang kita angkat saat ini. Yaitu kedoyanan mereka bermusyawarah, hal ini (musyawarah) selalu mereka lakukan setiap ada yang akan dilakukan adalah saat mereka ingin melakukan kegiatan (bahkan sudah jadi makanan harian), dan mereka tak akan membiarkan satu gerakan atau kegiatan pun terjadi tanpa ada keputusan bersama yang notabene berasal dari musyawarah mereka sendiri. Sampai-sampai menu makan saja mereka harus musyawarah. Ajiib... sunnah rosul begitu melekat pada diri mereka.

mm... mungkin kali ini aku gak akan panjang lebar mengulas siapa mereka,apa tujuan mereka dan apa dasar mereka hinga melakukan hal-hal yang menurut aku cukup heroik tersebut, takut ada yang tersinggung.. hihihi. Eh.. salah... mungkin karna bukan topiknya saja kok..

Oke.. kita ke topic utama.. Kita awali dengan salah satu firman alloh s.w.t di dalam al-qur’an...

Wa syawirhum fil amri, waidza ‘azamta fatawakkal alallooh...

Inilah perintah yang diterima rosul tentang hal ini (musywarah), padahal bukanlah hal yang mustahil bagi rosululloh yang ma’sum dan dekat dengan alloh untuk meminta  agar permasalahan nya selesai secepat kedipan mata.
Namun, lihatlah saat perang khondaq/ahzabb bergelora. Madinah terkepung dari berbagai penjuru. Ribuan bahkan jutaan bangsa arab bersatu menjadi sebuah aliansi raksasa siap dg pedang dan panah mereka demi tumpahnya darah rosul (wal iadzubillah). Lalu apakah yang dilakukan oleh rosul saw yang saat itu adalah rosul sekaligus panglima perang. Ia tak seperti anda hai orang sok modern yang maunya serba cepat,  tapi ujung-ujungnya malah berantakan.
Ya beliau tak langsung berdoa meminta kepada alloh agar semua musuhnya musnah tuntas tanpa sisa juga tanpa kerja. Beliau adalah sosok pendidik yang terbaik dan terbijak yang pernah ada didunia. Lalu tahukah anda apa yang beliau lakukan?. Musyawaroh.. ya tentu saja. Beliau panggil para sahabatnya lalu bermusyawarahlah beliau dg para sahabatnya. Hingga muncullah keputusan brilliant sang rosul yang berasal dari sahabat beliau salman al farisi r.a. dengan membangun parit galian yang dalam sebagai benteng instant dan efektif tentunya

Sekali lagi, musyawaroh-lah... ya... di dalamnya ada petunjuk, sunnah rosul, lalu kejayaan dan pertolongan alloh s.w.t. bukankah ini solusi tercerdas, terbaik, terbrilliant yang pernah anda dengar? 

Jika anda ingin melakukan sesuatu dan itu berkaitan dengan hak orang banyak, maka bermusywarahlah, anda bukanlah seorang manusia sempurna yang seluruh kata-kata dan tindakannya benar tanpa cela. BUKAN!. sekali lagi BUKAN!.
mungkin anda kurang setuju dengan pendapat ini. Mengingat anda adalah sang pemimpin, sang pemilik, bahkan sang adi kuasa atau bla bla bla dan seterusnya. Tapi tahukah anda, bahwa ikan asin yang anda makan bisa saja terasa manis dilidah orang lain atau bahkan sebaliknya.

Singkatnya... ide/gagasan/keinginan anda yang menurut anda adalah baik, tidak pasti itu akan baik bagi orang lain atau bahkan bagi diri anda sendiri. Jadi bermusyawarohlah.. apapun masalahnya.
Ingatkah sobat dg firman alloh swt
Asaa an takrohu syayan fahuwa khoirullakum wa asa an tuhibbu syaian wa huwa syrrullakum.

Jadi.. realistislah... dan bertindaklah selayaknya manusia dewasa,bertaqwa,dan beriman dg melakukan tindakan-tindakan yang adil dan bijak.
Bukankah tiap tiap yang anda pegang (entah itu jabatan, gelar, kedudukan) merupakan amanah, dan bukankah tiap-tiap amanah itu diminta pertanggung jawabannya di pengadilan sang maha adil alloh swt kelak?

Pada akhirnya semua ini berkaitan dengan amanah (tanggung jawab) dan keadilan.
Bukankah begitu sobat? jadi, bermusyawarohlahh....

1 comment:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...