11 May 2011

Terorisme VS agama (kontradiksi)


Oleh: Riiedzgibran

dunia begitu ramai hari ini, mulai dari televisi, surat kabar, situs–situs internet bahkan sampai warung-warung kopi dan juga rumpian ibu-ibu. Semua berkomentar mengenai kabar terpanas di akhir pekan ini. tentang bangganya amerika serikat yang telah mengklaim kabar kematian usamah bin laden ini sebagai pencapaian gemilangnya dalam penumpasan terorisme internasional.

publik bertanya apakah dengan hebohnya pemberitaan seperti diatas menandakan bahwa perang melawan terorisme internasional sudah  mencapai titik final?
jawabanya tentu saja belum. Sebab perang melawan terorisme bukanlah perang fisik yang mungkin saja bisa di selesaikan dalam hitungan hari. Perang melawan terorisme murni perang idealisme, persis dengan perang melawan paham-paham neo imperialisme dsbg. menurut kami tak mungkin akan habis jika hanya dihadapi dengan pembunuhan-pembunuhan dan kekerasan-kekerasan yang ujungnya malah melahirkan kekerasan-kekerasan yang baru.
Ya…. Secara rasional perang idealisme dan pemikiran seperti ini hanya dapat dilawan melalui sosialisasi-sosialisi pemikiran yang bersifat mencerahkan, dengan Meletakkan kembali nilai-nilai agama dan kemanusiaan yang sangat bertentangan dengan tindakan-tindakan dan paham terorisme, anarkisme dsbg.
Juga tidak lupa untuk menata ulang kesenjangan kesenjangan sosial, hokum, ekonomi, pendidikan dan politik yang selama ini seringkali dijadikan alasan untuk kelahiran paham-paham dan tindakan–tindakanterorisme berkedok agama ini. Semua ini harus dilakukan dari berbagai sisi dan skala.

Pada dasarnya konsep idealisme islam yang sering dikait-kaitkan dengan paham terorisme itu  sangatlah bertentangan dengan konsep dasar terorisme, jika terorisme berdiri dengan konsep kekerasan dan penyebar luasan terror yang dibungkus-bungkusi dengan pemahaman agama versi mereka, maka sebaliknya islam berdiri dengan konsep rohmatan lil alamin yang menjunjung tinggi prinsip-prinsip bergama yang cenderung adil,manusiawi dan tentunya toleran, sesuai dengan yang difirmankan dalam alquran:
Bahkan Sejarah keemasan islam membuktikan hal ini, dimana ummat yahudi madinah pada zaman rosul dapat hidup dengan aman dan nyaman, meski pada akhirnya mereka harus di usir karna penghianatannya pada ummat muslim saat itu. Maka teranglah sudah, bahwa kosep-konsep terorisme yang menghalalkan segala bentuk peneroran -sampai-sampai dalam rumah peribadatan- itu merupakan sesuatu yang sangat bertentangan dengan ajaran islam dan ajaran agama lainnya. Maka tak ada lagi yang boleh mengatakan bahwa ajaran agama adalah pendukung paham terorisme…

Terorisme merupakan satu dari sekian masalah yang kita hadapi bersama, tak usah sejauh itu, Marilah kita lihat kondisi di sekeliling kita, Tidakkah kita merasa sangat tidak nyaman dengan keadaan hari ini, dimana pemuda-pemudi para penerus bangsa yang juga kita sendiri, hilir mudik kesana kemari bergandengan tangan padahal belum saatnya. ketawa ketiwi dipinggir jalan dan nongkrong-nongkrong tidak jelas, anak-anak gadis kita juga istri-istri kita yang mengenakan pakaian yang serba transparan dan mengundang berahi lelaki… belum lagi kondisi dunia elite bangsa kita suap menyuap, KKN serta skandal-skandal konyol lainnya.
Maka Beginilah adanya, Jika kita berbicara mengenai kondisi dunia kita hari ini, tata hukum negara yang mirip pisau dapur(tajam dibawah, tumpul diatas), lalu huru-hara di berbagai tempat, hingga bencana alam dan pemanasan global yang makin terasa saja. Bukankah semua ini akan sangat maklum terjadi? Mengingat bagaimana kondisi manusia saat ini, yang gaya hidupnya kian hari kian membinatang saja. Namun begitulah, semua itu merupakan pemandangan yang sudah menjadi realita miris yang benar-benar nyata !!..
Pertanyaannya adalah apa harus beginikah keadaan bangsa kita? Lalu Akan jadi apa anak cucu kita kelak?. Pada akhirnya semua itu menjadi tanda Tanya besar yang wajib kita jawab.
Ya.. maka realita bodoh yang ada depan kita inilah azab yang disebut-sebut. Fitnah berbaur dengan seruan kebenaran, yang halal berbaur dengan yang haram dan semuanya serba abu-abu dan sulit dibedakan. Maka Adakah masa yang lebih buruk ketimbang masa dimana azab dan siksa begitu nyata didepan mata? Sementara kita diam menintonnya.
Sudah saatnya kita bertindak lebih jauh, semua ini benar-benar menuntut tindakan yang riil bukan wacana-wacana heboh yang tak penting (seperti pembangunan gedung DPR baru dsbg). Oleh sebab itu, Maka sudah selayaknya agar kita senantiasa menyerukan yang benar dan mencegah yang munkar yang sesuia dengan tuntunan hidup bermasyarakat saat ini, sebagai bentuk perlawanan kita terhadap ideologi-ideologi yang berkedok agama juga paham-paham sesat yang merugikan. ini dilakukan untuk menambal kekurangan bangsa kita hari ini yang masih rapuh dari sisi barisan dan kesatuan juga sisi keilmupengetahuan serta gaya berpikir kita yang kurang dewasa dan cenderung mudah dijadikan bahan propaganda dan korban informasi sampah.
Hingga pada akhirnya hidup kita dapat mencapai titik final, dimana tak satupun persendian kita ini bergerak, tak sedikitpun nafas ini terhembus kecuali dalam mentaati perintah agama dan keyakinan masing-masing dan juga semakin mengerti dan dewasa menyikapi perbedaan di antara sesama.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...