20 June 2011

Antara Modernisasi dan Westernisasi; itu jilbab apa pelengkap bikini sih?


“Disaat kami terkagum dengan jilbab mu, disaat itu pula kami harus tersengat, kaget.
Ada apa dengan kulit leher yang tak ter tutupi, ada apa dengan belahan dress yang terlampau tinggi. Oh demi mode, demi style... sesunguhnya semua kehilangan rasa malu”
Latar belakang..
          Ulasan kali ini hanya mewakili suara teman-temanku di aspi(asrama putri) yang merasa ditekan dengan hukum setengah baku pemakaian jilbab dari keamanan setempat yang dinilai terlalu mencampuri hak mereka. Ya bayangkan saja masa’ saudari-saudari kita dilarang memakai kerudung blus/berbahan kaos yang menutup sampai setengah badan. Kan kaget daku jadinya… kok dikau begitu sih?, lebay.com
          Bukannya ingin sok pinter dan sok nasehat-nasehatin, tapi hanya coba menawarkan segelas minuman segar, mau kan?. Pertama. Permasalahan ini sekilas nampak sangat sepele, tapi ini akan menjadi tidak remeh ketika seseorang diantara kita sudah mulai merambah dan mencoba menggeser kaidah-kaidah nash yang sudah baku. Terlepas dari apapun bentuknya itu. Mau secara tidak langsung kek, apalagi kalau secara langsung. Ini benar-benar tak bisa dianggap remeh. Tidak syak lagi, Bahwa Menggeser hal-hal yang sudah terpaku dalam nash adalah suatu aib dimata ALLOH S.W.T.
          Inil hukmu illa lillah.. bahwa hukum hanya alloh s.w.t yang berhak mengaturnya dan menkonsepkannya, begitulah yang Bpk Kh abun bunyamin katakan saat kami belajar tafsir bersama beliau dua minggu yang lalu. Maka usul saya pribadi, untuk yang bersangkutan mohon musyawarahkan lagi jika memang sudah menyangkut hak banyak orang, pertimbangkan lagi dari sisi duniawi dan ukhrowinya. Kepemimpinan itu tanggung jawab, bukan gagah-gagahan.


Modernisasi  >vs<  Westernisasi.
          Realita, dimana berjilbab seolah sudah dianggap hanya sebatas budaya warisan bukan lagi sebagai wujud ta’abbudy(penghambaan/ibadah) beberapa saudari muslimah kita. pemahaman agama yang masih minim dengan mudah menjadikan hal-hal yang sifatnya ta’abbudi-dalam hal ini berjilbab- semakin diremehkan. Bahkan tidak sedikit yang menerka bahwa berjilbab itu hanya budaya warisan emak dan nenek mereka makanya sak penake dewe saat mereka memakainya, jadi jangan kaget kalo liat orang make jilbab, eh taunya leher sama dadanya tersingkap, atau rambutnya keterawang karna kudung yang terlamoau tipis kaya kulit lumpia, hee. “Ini trend brow, namanya  kudung minimalis, bukan jilbab biasa. wathever lah mau kekecilan, mau keterawang rambut, atau mau ada yang marah juga. Yang penting mah biar rapih and berkesan sebagai muslimah modern”, begitulah ujar si minimalis kudung holic berdemo.
          Trend. tuntutan zaman. Keterbukaan. Kemajuan. Modernisasi. Hak asasi yang abstrak!. Apa semua ini? Menurutku kata-kata ini tak lebih dari bentuk intimidasi internasional dan multi cultural. Dimana orang-orang yang tak mengikutinya seolah-olah wajib diceburin ke bak mandi. Brrr.. dingin. Bahkan kata-kata inilah yang jadi alasan leburnya negeri-negeri teluk diujung misil yang ditembakkan dari pesawat tempur dan tank-tank perang AS.

          Jika tidak ada unsur-unsur yang diharamkan dalam nash(al-qur’an dan as sunnah) maka Junk food hukumnya halal, tapi tidak dengan junk culture(budaya sampah). Dan tidak syak lagi, bahwa globalisasi telah merangkul dan menjejali seluruh lingkup social dan budaya dihampir seluruh lingkup masyarakat dunia. Sayangnya hingga hari ini semua masih buta memilah antara modernisasi yang merupakan konotasi dari kemajuan ilmu pengetahuan, dan westernisasi yang merupakan konotasi dari pembaratan terbodoh yang bercampur-aduk dengan modernisasi. Sehingga melahirkan Salah kaprah dalam menilai dan memilah antara westernisasi, modernisasi dan globalisasi yang ujung-ujungnya membuat kita benar-benar seperti sapi dicucuk hidungnya. Bangga dengan bahasa mereka, dengan gaya berpakaian mereka, gaya bergaul mereka dan seterusnya dan seterusnya.
          Lalu dengan kesalahkaprahan kita inilah yang dijadikan peluang orang-orang tak beriman untuk mencekoki kita dengan pokok-pokok pemikiran mereka. gak percaya ?. kita ambil sample yang paling gampang, Prancis merupakan Negara yang dikenal dengan ilmu hukumnya kini mati-matian menegakkan hukum pelarangan jilbab dengan alasan konyol mereka yang menganggap bahwa JILBAB ADALAH LAMBANG PENINDASAN KAUM PEREMPUAN. Apa alasan lainnya? Mereka menambahkan lagi “MEMBEBASKAN DAN MENEGAKKAN HAK ASASI MANUSIA BAGI KAUM WANITA. Whatz? Hak asasi sebelah mana coba?  Jika modernisasi mengajarkan kebebasan berpendapat kenapa harus memaksa wanita-wanita muslimah yang memang lebih suka memakai pakian yang sesuai syara’ untuk melepaskannya? Ini namanya upaya pembaratan yang memaksa dan menindas. Sekali lagi, inilah westernisasi yang dibungkusi dengan demokrasi tak beraturan, pembelaan HAM dan bla bla bla.. Singkat kata inilah bentuk lain dari penjajahan di era millennium. Efeknya? Jangan tanya, orang kita jadi lebih suka berbikini daripada berpakaian. Memotong rambut layaknya lawan jenis. Berbicara layaknya sosialis basi yang sudah makan buku ratusan tahun.
          Lalu yang mana modernisasi itu?, simple saja, modernisasi itu tentu ditandai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan hasil-hasil riset yang semakin melaju. Satu hal lagi, budaya modern itu sudah bermula lebih dulu dari orang-orang barat yang masa itu masih dalam kekelamannya, dibodoh-bodohi dogma konyol gereja. Jadi, modernisasi Bukanlah budaya junky(sampah) yang dibawa oleh barat, jadi sekali lagi, kita patut sama-sama paham bahwa keterbukaan bukanlah buka-bukaan. Juga bukan ikut-ikutan tanpa alasan. Apalagi buat aturan-aturan tanpa alasan yang jelas.

5 comments:

  1. itulah akibat kalau perkembangan zaman tidak di imbangi dengan cara pemikiran yang baik...

    ReplyDelete
  2. yap bener banget sobb... :)
    salam kenal yah..

    ReplyDelete
  3. ahaha... masa? masih belajar kok.. :)
    salam kenal yahh sob..

    ReplyDelete
  4. Gw suka postingan ini.. Kembali mengingatkan jaman2 lagi makan bangku kuliah (harap maklum, mw makan gedung kuliah kagak sanggup :D).

    Intinya, ketiganya (globalisasi, westernisasi dan modernisasi) merupakan isu yg dihembuskan oleh barat. Hal tersebut dihembuskan untuk penguasaan (kasarnya -penjajahan-) dengan iming2 sesuatu yg dianggap Terbagus, Terbaru & Terjamiin (3T). Tapi bukankah Allah telah menetapkan 1 hukum yg terbaik? Semua sudah jelas melalui janjiNYA yang haq, bahwasanya mereka yang selamat dunia akhirat adalah mereka yg berpegang pada tali agama Allah (quran & hadist). wallaahua'lam :)

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...