04 June 2011

jurnalis bobohongan, haha

jadi gini sob ceritanya... gue dah lama mimpi punya media cetak sendiri, yang bisa nampung suara-suara kaum muda.. -wuihh ngimpi ketinggian-
mmm... emang blum kesampean sihh.. 
cuman sekarang ini gue aktif di media sastra siswa al-muhajirin purwakarta nama medianya "balasmedia" huihh sombong banget sih gue.. hahaha... 
ni dia tulisan gue yang jadi tajuk (artikel yang mewakili sikap dan opini sebuah media dalam edisinya) 

ga bagus sihh.. tapii..  cekidot...

Riak reformasi di bumi al-muhajirin
Riiedzgibran “tajuk balasmedia 14052011”
“Setahun berlalu sudah, kepemimpinan OPPAL(organisasi pondok pesantren al-muhajirin) kita akan segera berganti, begitu juga dengan hal-hal yang terkait dengannya. Welcome pada petinggi OPPAL (organisasi pondok pesantren almuhajirin) putra dan putri masa bakti 2011/2012. dan terimakasih pada aa dan teteh OPPAL masa bakti 2010/2011, yang sudah mengemban amanahnya dengan baik. Semoga kepemimpinan anda sekalian dapat menjadi acuan bagi pemimpin OPPAL yang baru ini untuk dapat menahkodai perahu kepesantrenan untuk jauh lebih siap mengarungi samudra jaman yang penuh dengan goncangan dan rintangan. Amiin..” 

Begitulah ilustrasi teraktual yang dapat kami hadirkan kini. Betapa riak-riak reformasi di bumi almuhajirin begitu terasa saat ini, Meski tak seheboh berita-berita reformasi pada umumnya yang cenderung LEBAY, namun denyut reformasi itu memang nyata adanya. Kiranya hal inilah yang membuat saya pribadi merasa senang. Sebab tak disemua pesantren dapat terjadi hal seperti ini. Benar-benar hebat. Berbahagialah wahay rakyat almuhajirin… tapi jangan sampe bengkak tu idung.. hee

Perlu atau tidaknya reformasi ini kiranya tak perlu dibahas, toh kita semua suka yang segar-segar kan?? Hanya saja yang perlu dicatat adalah; bahwa reformasi tak boleh lepas dari system demokratis,yang merupakan wadah bagi individu-individu yang dipimpin untuk menyalurkan aspirasi,suara dan kehendak mereka. dengan catatan semua itu di adakan untuk kemaslahatan bersama, yaiyalah untuk apa repot-repot kalo ujung-ujungnya tidak ada kemaslahatan bagi kita semua.

Usut punya usut ternyata OPPAL benar-benar memiliki peran yang sangat vital dalam denyut kehidupan pesantren kita tercinta ini. Namun yang jadi pertanyaan hingga saat ini adalah sudah sejauh manakah sebenarnya pencapaian kinerja OPPAL sepanjang sejarah al muhajirin ini? “Naik turun” tentunya, saat naik sih memang tidak masalah, tapi saat kinerja mereka menurun karna alasan-alasan tak masuk akal gimana?. Berabe kan? Jangan Tanya salah siapa, tentu tidak ada yang mau disalahkan (tapi yang suka menyalahkan banyak …. Astaghfirulloh..).

Tidak ingin berlebihan, nyatanya pesantren adalah bentuk miniatur Negara. Pesantren dan sebuah Negara, keduanya memiliki banyak persamaan. Yang terpenting adalah adanya rakyat –santri- yang dipimpin, dan pemimpin –asatidz dan OPPAL- yang memimpin, lalu ada Negara –al muhajirin- yang ditempati. benar-benar mirip bukan?. Maka tak berlebihan pula jika kami katakan bahwa sebuah Negara -dalam hal ini pesatren- tak akan pernah maju jika mengabaikan kesejahteraan dan aspirasi rakyat yang dipimpinnya. Maka kami berharap agar tiap-tiap pemimpin dari jajarannya masing-masing untuk memperhatikan hal ini, sesuai dengan perannya. Sebab hingga saat ini masih banyak PR yang belum terselesaikan, terutama dalam koordinasi kerja secara vertical maupun horizontal, lalu metode pendidikan yang trerkadang cenderung lentur atau kadang terlalu kaku. Dan jangan lupa, semua itu harus kita kerjakan bersama, kita penduduk almuhajirin dengan seluruh elementnya tentu harus terus bahu membahu dalam meningkatkan beberapa sisi yang belum optimal. Misalnya program-program unggulan pesantren yang sering terabaikan. Sebaiknya kita sadar kembali. Bahwa almuhajirin dibangun untuk menjadi pesantren yang mempelopori lahirnya para ulama yang alim(sanes alim-aliman) dan hafidz(bukan habis-habisan tanpa hasil..)

Tidak banyak yang kami minta dan harapkan, hanya berharap agar OPPAL kali ini jauh lebih dahsyat dengan gebrakan-gebrakan yang tidak kampungan dan terus dikaruniai ikhlas dalam mengemban amanah yang mulia ini. Jika ulat-ulat berubah dengan membuang caci maki yang lama membungkus tubuhnya…kenapa kita tidak? Maka Berubahlah.. dan terbanglah --power rangerkalee… --



haha.. tuhh jelek kan??

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...