05 January 2013

"Gairah"

Ekspresi Ababil yang sedang "ber-Gairah"

Ziah, entah kenapa aku suka melihat adegan perempuan saat sedang mengikat rambutnya, tapi aku tak pernah melihatmu begitu. kamu berkerudung dan kadang aku melihat rambutmu melengkung, terikat didalam kudungmu itu. Melihatmu dengan rambutmu itu aku merasa sedang dalam moment paling puitis, bahkan dibanding film romantis manapun. Tapi lelaki keren itu ternyata yang bawa Ninja dan main musik, terlepas dari
betapa alay dan tidak dewasanya itu. Dan entah dimana kohesi dan korelasi antara adegan cewek ngiket rambut dengan tipikal cowok “keren” itu. DAN SIAPA PULA ZIAH ITUUU?


Oke, itu tadi contoh prosa yang gagal. Well, entah apa yang ingin saya bagi (untuk tidak menyebutnya menulis).

Barangkali ini semua dimulai dari hal yang saya tanyakan pada temu Blogger di bandung kemarin. Saya datangi acara yang keren tersebut dengan gairah blogging yang hampir pupus sama sekali. Sebab ambisi menjadi blogger dengan penghasilan jutaan rupiah perbulan itu memang suka bikin kesel sendri. Dan saya masih merasa dilematis untuk mengambil sikap terhadap google yang tak kunjung merealisasikan ambisi tersebut. Sebab disisi lain pula tugas kuliah dan ujian-ujian saya sering terasa mudah karena perannya. Terimakasih Tong Fang. Dan saya gak tau juga kenapa musti Tong Fang yang saya terimakasih-i.

Temu Blogger di Gramedia Bandung (WargaBlogger) 


" jangan memaksa kamu harus menulis/melakukan apa, tulis saja apa yang sesuai dengan passionmu" Mbak Eri. Dan saya tidak tahu sebelumnya kalo mbak Eri ini ternyata bukan pacarnya Si Won, Dong Hae atau apa gitu namanya, saya tidak tahu pasti. Yang jelas beliau istri suaminya. Dan itu membuat saya tidak menyesal saat saya lupa menggombalinya pada sesi tanya jawab kemarin. Tapi memang quote inilah yang menurut saya menarik, sebab quote lainnya dilontarkan oleh laki-laki dan saya gak pernah menyukai laki-laki. Titik.

Sekali lagi, entah apa alasannya saya ingin bercuap tentang semua ini. Barangkali pula ini semua berangkat dari bagaimana pengaruh "gairah" pada diri saya dalam melakukan sesuatu, terutama dalam proses kreatif nge-Blog. Sebab sampai detik ini juga menulis di Blog menjadi hal yang menggalaukan bagi saya, meskipun hal ini jauh tidak se-galauable ketimbang saat saya memikirkan mantan yang dulu minta putus, sebab tahu bahwa saya gak punya Kawasaki Ninja. Ah, sudahlah. 7 Bulan gak nge-Blog dan merasa terasing dari kancah per-Blog-an yang kece ini nampakya sudah menjadi hukuman yang setimpal bagi saya.

“Gairah” atau Passion (dalam pengistilahan Mbak Eri). Pertama, gairah adalah... Ah, saya gak tahu. Tapi menjadi bergairah adalah satu-satunya alasan bagaiamana melakukan sesuatu itu begitu nyaman dan tak perlu menagih pertanyaan “kenapa saya mau-maunya melakukan ini?”.

Lalu bagaimana saya sendiri mau-maunya kembali nge-Blog? Padahal jujur saja, saya masih trauma dengan daya tulis yang belum bagus. Sebab di Blog seperti ini memang kita-lah pembuat kontent sekaligus editor. Dan jika sedang sial-sialnya, kita sendirilah pembacanya. Pada akhirnya kita musti berpikir ulang untuk menulis di-blog. “buat apa nulis di-blog kalau ujung-ujungnya kita yang baca sendiri?”. Sebab bagaimanapun juga menulis memanglah kegiatan yang hampa belaka jika niatan sejak awalnya saja sudah jauh dari disebut baik.

Ah, Tapi saat ini saya (ingin) mencintai apa yang akan saya lakukan; utamanya menulis. Entah apapun alasannya, mungkin karena dorongan tujuan, idelaisme/pandangan, nilai-nilai, tanggung jawab moral, i’tikad baik untk maslahat, biar tidak kelihatan jomblonya atau apapunlah itu yang dipandang baik.

Omong-omong cinta itu bagian dari gairah bukan? jika melakukan sesuatu karena kita mencintai; bukankah hal tersebut akan kita lakukan pula dengan gairah yang lindap dan liat. Sebab kita akan melakukannya begitu sumringah, tidak perlu takut gagal, atau merugikan diri sendiri. Sebab kita melakukannya karena kita bergairah, karena kita mencintai apa yang kita lakukan. Tepatnya hal inilah yang melahirkan simpulan Syaikh Jalaluddin Ar-rumi terkait “Cinta dalam Proses Penciptaan Semesta”. Dimana beliau berasumsi bahwa cinta-lah yang menjadi motif bagi Tuhan dalam proses penciptaan alam semesta. Dan hasilnya? Siapa sih yang ma(mp)u meragukan kualitas estetika karya seni Tuhan yang membentang ditiap hela napas kita ini?

Dan entah kenapa saya jadi teringat “jangan nulis bagus-bagus di Blog ntar di Copas” atau ada juga yang bilang “jangan nulis yang gak menarik, nanti gak dibaca” atau saya juga masih berpikir tentang bagaimana tiap tulisan yang menggerakkan itu disebut berhasil.

Akhir kata, kenapa tak kita lakukan saja apa yang kita cintai untuk dilakukan; dengan gairah yang ruah dan niatan yang baik tentunya.

11 comments:

  1. hoho... Good passion for curhat section heu..
    bertahanlah menulis, karena tulisan akan mepertahankanmu kelak! camkanlah hal ini kisanak! :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jadi saya udah dinammakan? Blogger Curhater, begitu?

      iya Gusti Prabu (ketauan dulu sering nonton Angling Darma)

      Delete
  2. wadeuh.. kepencet,, jdi deh nick nya anonym hehe

    ReplyDelete
  3. Hai Farid...
    kenapa kau candid akyu???
    aku benci...benciiii...hihihi...

    Sampai sejauh ini sih aku gak pernah memikirkan : jangan nulis terlalu bagus, ntar di copas, atau jangan nulis jelek ntar ...blablabla...

    Nulis mah nulis aja. Overthinking, atau kebanyakan mikir menurutku malah akan mematikan ide lho.

    Dan setelah menulis panjang lebar seperti ini, sudah ketemu kah passion mu?
    langsung ditulis aja ya...ehm...tapi sih kalo bisa mah jangan yang berhubungan ama upil yah...geuleuh...hihihi...

    *yah, memang telah kubaca post tentang upil mu ituh!!!*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gimana ya? itu kan pose terakraktif dan puitis? ah susah deh ngejelasinnya gimana Bi, :D

      itu "Njeplak Theory" Bi


      Passion? Abstrak! masih butuh 2 harian untuk 1 posting, itu mengesalkan. hiks.

      Upil itu realitas yang terpinggirkan Bi, saya sedang menyelamatkan minoritas. muehehe

      Delete
    2. walau foto candid, tetep cantik kok Ry .. :)

      Delete
  4. Berhentilah hiatus. :D

    ReplyDelete
  5. Berhentilah ber-Anonimiyus. karena saya gak bisa kunjung balik. :)

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...