07 January 2013

Proses Kreatif Kepenyairan Saya (1)

Gamang, ngirim ke koran. Belum lagi, katanya format Surat pengantarnya yang sepertinya gak benar. DAN ITU BENAR-BENAR BUKAN NOMER REKENING SAYA

Saya tidak begitu mengerti bahkan bingung bagaimana seseorang bisa mendapati label Penyair. Seperti bingungnya saya ketika ditanyai seorang adik santri "A, gimana sih
cara Pak Abun (Panggilan akrab K.H Abun Bunyamin) dapetin gelar KH a.k.a Kyai Haji? Apa ada semacam sekolah khusus gitu ya?". Konyol, tapi pure. Hal itulah yang saya sukai dari kegiatan saya mengisi kelas kajian kitab -meski saya sendiri lebih sering tidak mengulas isi kitab-kitab kuning ala pesantren.

Menurutku label Penyair tak jauh bedanya dengan label Pak Kyai di tengah masyarakat. Kedua panggilan tersebut lahir dari bagaimana proses kerja kreatif dan kontribusinya ditengah masyarakat, tentu saja dengan areanya masing-masing. Misal Pak Kyai dengan kajian kitab kuningnya. Sementara penyair dengan "kerja" kepenyairannya, meliputi publikasi, kajian literasi, kegiatan apresiasi dan sebagainya.

Maka capture diatas merupakan langah awal saya meniti diri menjadi penyair (yang konon kata Damhuri Muhammad, merupakan profesi yang tidak bergaji). Sampai disini kembali saya dibenturkan pada pertanyaan, kenapa berpuisi? kenapa musti riweuh mengusahakan label Penyair pada diri? 

Mari kujawabkan satu demi satu saja. "mengapa Berpuisi" gak tahu! Lalu "Kenapa musti berlelah mengusahakan label pada diri?". Masih ingat dengan fenomena kesohoran Jokowi dan Dahlan Iskan? Menurutku rupanya perlu bernama (Re: dikenal) agar sambungan risau para nabi yang baik itu dapat terproyeksikan dengan baik di mata masyarakat [yang lagi-lagi masih saja selalu merindukan figur yang fenomenal] Ah, terserah mantan saja. *loh

6 comments:

  1. Semoga bisa berjaya dengan syair-syairmu ya :)
    Berkawan dengan media, sepertinya merupakan salah satu prasyarat menyematan label penyair itu :)

    ReplyDelete
  2. Semangat-semangat. Saya pengen bisa kaya gitu,

    ReplyDelete
  3. Di tunggu syair-syairnya di blog ini jugaaa.. :D

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...