14 May 2013

Semacam Takut (2)



Ini separuh Mei yang cukup puitik, karena saya, keluarga, adik-adik, handai taulan, para guru, santri, gebetan, mantan serta pacar saya dikaruniai kesehatan semuanya.

Dan lebih dari itu, saya hendak bercerita tentang tubuh dan perasaan saya di tangggal 7 dan 8 yang lalu, dimana saya mengalami hari yang demikian asyik pake banget. Pasalnya saya diajak ikutan jalan-jalan, menemani study tour para siswa dan siswi dari almamater saya. Tentu saja gratis (Biar-pun saya belum punya motor, tapi kan saya udah jadi pengajar).

Mmm…

Di tanggal 7 yang lalu, saya menemani siswa-siswi SLTP dan SLTA kelas 1 dan 2. Kami menempuh jalan yang jauh dari Purwakarta ke BSD. Iya kami ke tempat hiburan yang dinamai The Jungleland, disana daerah yang asyik, kotanya bersih dan wahana permainannya masih gress dan baru.

Saya naik wahana hihiberan, semacam wahana yang memompa adrenalin, wahana ini memang sialan rupanya… sehingga rasanya ingin sekali punya pacar seperti Nikita Mirzani. Iya, demi Tuh…. haaaan  dalam posisi 180 derajat melawan grafitasi bumi pada ketinggian 20 meter, dan diaduk-aduk dalam kecepatan beberapa kilometer perjam. Dalam hati saya ingin teriak udaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah berhentiiiii! Tapi saya tidak lakukan itu, karena percaya atau tidak, para murid yang sedang mengantri itu-pun pasti sedang mengawasi, dalam benak mereka bertanya, benarkah guru mereka ini imannya tebal… tampaknya mereka ketipu.

Wahana Biaddab!


Sial, saat naik wahana itu saya benar-benar bungkam. Tapi saya tidak teriak-teriak seperti seorang murid yang duduk di sebelah saya. Dia, anak itu menjerit sungguh-sungguh “Allohu akbar… Yaa Allooh.. Ibu..” haha saya merasa itu lucu, tapi waktu itu saya tak punya waktu buat ketawa atau lebih tepatnya saya tak punya daya dan upaya untuk ketawa. Karena bisa jadi kalau-kalau pengamanan yang merengkuh tubuh saya tau longgar, lalu saya terlepas dari wahana dan salto di udara berkali sampai akhirnya mendarat di aspal dengan posisi kepala di bawah.  Kalau sudah begitu, masa saya masih harus ketawa juga.

Waktu itu tangan saya erat mencengkram. Kaki saya menjinjit, berharap agar ikatan di badan saya merengkuh lebih rapat. Lalau sampailah akhirnya 2 menit yang sialan itu berlalu, permainan-pun otomatis berhenti. Saya mendesah, bersyukur, dan berharap bertemu si operator wahana itu lalu saya bentur-benturkan kepalanya ke tembok. Tapi saya urung melakukan hal sekeji itu, sebab setelah turun dari wahana tersebut, saya merasa pusing dan mual. Dan saya dapati sisa gemetar di kaki dan selangkangan saya.

Saya masih terdiam… berpikir.

Dalam hentakan mesin yang kecil, lalu keamanan yang mengunci tubuh saya, saya masih mengakui bahwa saya ketakutan. Saya ulangi… sa-ya-ke-ta-ku-tan.

Dalam permainan kecil yang jika dihitung dengan teori-teori fisika hanyalah samacam percikan yang maha kecil dari kesatuan alam tersebut. Sesungguhnya saya merasa malu sebagai manusia yang seringkali mendapati diri sebagai binatang yang congkak dan tak tahu diri.

Sekali lagi, dalam ketakutan itulah saya sungguh belajar, betapa kita adalah NOL! Tak ada apa-apanya di bawah daya semesta yang belum seberapa itu.


Lihatlah, ini kami waktu di Karang Bolong, kami semua keliatan bahagia, padahal belum tentu hidup lebih dari 50 tahun...

Iya, ada inti aneh yang sebenarnya mudah dipahami dari semacam rasa takut seperti ini. Ah... apa itu, saya lupa.

Bye!

5 comments:

  1. jadi penasaran nih ama wahananya. betul banget mas, kita tidak bisa apa2 dan bukan apa2 tanpa kehendak yang Kuasa.
    semoga bisa saling berbagi dan menginspirasi. salam hangat dari bandung. ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah... jangan mas... nanti mati! :P

      Iya sip mas... salam hangat juga dari Purwakarta

      Delete
  2. kompilasi random single and ustat. harusnya dalam posisi melawan gravitasi, adalah posisi stategis untuk ngupil

    ReplyDelete
  3. rindani gyta dewiJune 21, 2013 at 9:21 PM

    siip...bener banget itu....
    manusia aja bisa ya menciptakan yang GILA semacam itu.....apalagi Allah ya....
    :-):-):-)
    salam manis

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...