25 November 2013

Mencacat Teman (1)


Jika di tempatmu saat ini sedang siang dan hangat pastilah ada sisi lain dari bumi ini yang sedang malam dan dingin. Maka begitulah rupanya jika di satu sisi bumi ini sedang dalam hal damai dan masa tenang maka selalu ada sisi lain yang sedang ditimpa malang yang panjang –atau  perang? Tapi kenapa dengan perang? Ah. Gak nyambung!
Ini semua sebenarnya soal yang gampang. Seorang teman yang kuliah di Bandung kabarnya sedang mencelat jatuh dari motornya, lalu terkapar di rumah sakit Hasan Sadikin. Kami agak shock. Hari sudah malam sekali, sementara dia jauh dari keluarganya. Dengan semena-mena kami yang di Purwakarta segera titip pesan pada teman-teman yang sedang di Bandung untuk menjenguk dan memastikan keadaannya segera. Walhasil hampir selusin dari kami yang di Bandung langsung meluncur ke rumah sakit tersebut. 
Tapi sial bukan kepalang. Si teman saya yang katanya kecelakaan ini tak diketemukan. Dikontak ke nomer hapenya tak bisa, ditanyakan ke resepsionis rumah sakit-pun namanya tidak tertera. Kami yang di Bandung dan di Purwakarta sama was-wasnya. 
Saya tak bisa tidur karena was-was. Sebab, sejak masih sekolah kecelakaan motor di angkatan kami bukanlah hal yang pertama terjadi. "Farij belum ditemukan" Begitu bunyi sms salah satu teman saya yang meluncur ke RSHS. Saya mulai benar-benar was-was. Dan hampir saja saya kirim sms “coba cek ke ruang mayat,” tapi saya khawatir kalau itu tidak sopan. Saya bilang "Ditunggu aja masbrow, mungkin dia salah nyebut nama sendiri"
Malam itu sulit untuk saya tidur kembali, pasalnya saya teringat dengan foto-foto korban kecelakaan yang kepalanya pecah kelindas mobil-mobil besar. Lalu sekonyong-konyong saya bayangkan dia menjadi hantu dengan lelehan otak di sekujur lehernya, dia datang mendatangi saya, menakut-nakuti. Lalu saya gemetar, tapi saya ingat satu hal…
“Bayar utang lo begok!”
Sontak si hantu itu lari tunggang langgang. Ya, iya... mana ada hantu punya uang dan berpenghasilan? Orang masih hidup saja belum tentu punya pekerjaan, apalagi hantu yang matinya gara-gara jatuh dari sepeda motor.
Singkat cerita… semprul memang si Farij ini. Ternyata dia iseng mengabari semua teman-temannya via sms, kalau dia sedang terkapar di rumah sakit Hasan Sodikin. Kami semua ditipu.
Meski tertipu, agaknya saya senang, meskipun agak kesal juga. Sebab bagaimanapun. Meski ditipu mentah-mentah saya tetaplah sayang kepada teman. Ya, dengan sangat keren dan bodoh sesungguhnya aksi picisan dia rupanya adalah aksi yang penuh dengan hikmat dan pelajaran yang bijak.
Aksinya tersebut seolah mempertanyakan dan meminta bukti tali pertemanan kami semua. Seolah-olah aksinya ini bilang “mana buktinya? Katanya elo temen gue…”

Penampakan Farij Manohara Saat Acara Perpisahan SMA
Read more ...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...