06 January 2014

Tahun 2014 dan Resolusi Politik Selfie


Alhamdulillah, akhirnya kita tutup tahun 2013, kita buang uang untuk kembang api, kita tinggalkan sekolah-sekolah di ujung Indonesia sebelah sana dengan atap dan dinding yang siap rebah di atas para siswa dan pewaris utang Negara yang belum tentu sekolahnya akan sampai SMP itu. Pak Presiden pasti bingung, apakah kerobohan sekolah-sekolah itu nantinya akan memakan korban atau tidak. Nah kalaupun iya, berkuranglah orang-orang malang yang belum jelas masa depannya. Kalau saya jadi presiden mungkin saya akan minum baygon. Tapi gak boleh begitu kata pak Bakrie yang uangnya banyak dan sering muncul di televisi itu, katanya kita musti optimistis dan konstitusional. Seperti pak Presiden, segala tindakannya harus ada surat-surat tugas dan akomodasi berjuta-juta. Iya, kebaikan itu mahal, belum lagi harus bayar tim dokumentasi foto. Tapi syukurkah Pak Beye sudah mengangkat Ibu Negara jadi kameramennya, itu artinya di 2013 kemarin sudah ada penghematan anggaran Negara untuk istana. Ngomong-ngomong inilah yang harus ditahu oleh mereka yang aktif stalking akun instagramnya Bu Ani, Bu Ani itu mau membantu suaminya untuk menghemat pengeluaran Negara, setelah Negara yang kaya dan banyak malingnya ini kenal dengan Akil Mukhtar, Angelina Sondakh, Nazarudin, dan Luthfi Hasan Ishaq. Jadi jangan suka menghujat Ibu Negara hanya karena kameranya DSLR dengan Lensa Tele yang tampak bagus dan mahal itu.

Saya gak tahu apakah Tahun baruan mesti senang atau sedih, yang jelas waktu saya ikut-ikutan merayakan tahun baru, saya tutup tahun dengan teman-teman dari Sangsastra dan Sukmasarakan beserta jomblo-jomblo shaleh lainnya untuk membaca puisi. Saya baca “Ballada Terbunuhnya Atmo Karpo” dan “Koyan yang Malang”. Saya dibilang ganteng. Nah, entah beruntung atau super sial, saat itu saya juga ketemu mantan pacar saya yang masih cantik, dia bawa pula pacar barunya yang ganteng dan sudah punya mobil sendiri. Kan saya jadi pengen makan beling kayak di panggung-panggung lain yang sedang ditebar oleh Dedy Mulyadi yang sangat cinta Purwakarta, kesenian, dan mungkin juga pencitraan untuk menaikkan jabatan dirinya sebagai menteri pertahanan Mesir.

Sebentar, apa hubungannya Mesir dengan Purwakarta? Ternyata ini ada kaitannya dengan teman saya Emil, bukan Emil Ridwan Kamil yang membuat taman Jomblo di Bandung itu, bukan. Ini Emil sahabat saya. Tapi tetap saja Purwakarta tidak punya hubungan bilateral dengan Mesir. Kalaupun ada mungkin harus secara Intelijensial dengan penghubungnya Robert Snowden. Nah, kalau begitu itu urusannya, maka soal Purwakarta dan Mesir ini sudah menjadi urusan sensitif, mungkin saja itu terkait adanya pengayaan uranium di bawah Waduk Jatiluhur, tapi itu semua benar-benar di luar territorial saya. Saya kan santri.


Tahun Pemilu, Tahun “Kiamat Sughro”

Memasuki 2014 ini artinya Indonesia benar-benar di ambang “kiamat sughro” yang rutin, namanya pemilu. Apakah memang pemilu itu kiamat? Bisa jadi… bisa jadi… kalau mau tahu jawabannya tanya saja mahasiswa UPI yang matanya hampir robek karena kejatuhan sepanduk sebesar tembok China bergambar politisi yang demi apapun tidak lebih ganteng dari Gita Wiryawan yang sekarang jadi menteri dan sebentar lagi hampir jadi presiden. Semoga saja dia jadi Presiden, sebab kasihan dia itu, tiap kali buka facebook saya melihat iklan sponsornya terhimpit di antara iklan obat kuat pria dan website film dewasa.

Pak Wiryawan itu rajin sekali nongol di iklan facebook, saking rajinnya saya pernah bilang sama dia “bro, kenal mang Jamal gak bro…” ternyata dia gak kenal… wah sayang sekali, padahal mang Jamal itu adalah tokoh kunci dalam kenyamanan ibadah dan belajar kami di Kampus STAI Al-Muhajirin.

Menurut saya, saya dikasih tahu Google, selfie atau kebiasaan memotret diri dengan kamera sendiri atau narsis atau kepala miring-miring atau mata sipit-sipit sayu mengindikasikan adanya kondisi jiwa yang selfish dan cenderung sangat mementingkan dirinya sendiri. Itulah sebabnya di masa Umar Bin Abd Aziz tidak ada itu baliho-baliho pemilu bergambar wajahnya, padahal di Baghdad sudah ditemukan tekhnologi photograpy, juga sudah banyak pelukis realis yang handal. Kalau boleh curhat, sebenarnya saya (pribadi) takut sekali dengan gadis yang suka moto-moto selfie. Komo deui mun lalaki, geleuh! Tapi selfie ditahun 2013 berhasil menjadi kata paling popular menjelang tutup tahun 2013.
Nah, maka jangan tanya kenapa koruptor di kita banyak? Itu mudah dikenali, lihat saja baliho-naliho politik yang ada. Kenali saja foto dan kalimat-kalimat persuasif (yang gagal) di balihonya tersebut. Kalau jeli kalian akan melihat sorot mata mereka adalah sorot mata orang yang pingin punya istri sirri delapan, spbu dua puluh pangkal, dan sebuah hotel bintang toedjoe di Singapura. Maka tak heran jika di Singaparna ada Acep Zamzam Noor yang sangat memahami seni merayu, juga jeli melihat emosi dalam foto, dengan responnya yang genial ia membangun Partai Nurul Sembako (PNS) di mana pilihan mereka hanya satu orang untuk segala macam pemilu, yaitu Pak Putih… maka disebutlah beliau ini Kyai Golput.

Saya tidak yakin tahu, apa yang saya rekomendasikan sebagai resolusi untuk menyambut tahun baru 2014 ini kepada sidang pembaca sekalian. Harga gas naik, calon presiden yang digadang-gadang ternyata ada yang suka “begadang”. Tapi ada beberapa hal sebenarnya…

Buat adik-adik gadis yang unyu-unyu, chabi-chabi, chibi-chibi dan cabe-cabe please deh ah… jangan terlalu sering berfoto-foto di cermin kamar mandi, apalagi dengan kepala yang dimiringkan, dan bibir dimuncungkan. Itu tidak baik untuk tulang lehermu, pendidikan jiwa beragamamu, dan mental politikmu. Dan untuk kamu yang laki-laki, janganlah kamu-kamu sekalian berfoto dengan telanjang dada, karena aku (demi Tuhan yang menggenggam jiwa Muhammad di tanganNya) merasa itu adalah… ueeeek.

Nah, sekarang mari kita berdoa, doa menyambut tahun baru 2014. Semoga dosa kita; dosa Denny JA, Bung Karno, Pak Harto, Mr. Habibie, Gus Dur, Bu Mega, dan Pak Esbeye di tahun-tahun sebelumnya diampuni dan diganti dengan terkabulnya harapan kita yang asyik untuk tahun-tahun ke depan. Amin. Eh, apakah doa ini boleh dipimpin Eyang Subur? Gak boleh, ya? Ya sudah.







Nah sebagai bonus karena kamu-kamu sekalian mau-maunya datang ke blog ini, biar saya kasih bonus foto Selfie saya... Ini foto selfie saat saya masih di Lombok tahun 2009/2010. Sekarang saya sudah taubat.

Sejujurnya saya menyesal pernah mengalami masa seperti ini pada rentang waktu 2009-2011, 
tapi ini sebagai pembelajaran buat anak cucu saya nanti. Sekarang saya sudah bertaubat.

1 comment:

  1. Your writing is really good .... I love your writing ... look at my writing. how do you ...

    zie's for you - Jalan2 | berkunjung | silaturahmi.

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...