30 September 2015

HBD SYAIKH MAULANA

Selamat Ulang Tahun Syaikh Maulana. Rasanya selalu menyenangkan mengetahui teman sebaik antum masih hidup di antara banyaknya hal yang terjadi di dunia fana ini.


Donald Trump (katanya) bakal nyalon di Amerika, Dedi Mulyadi membuat aturan soal kencan, Raisa punya pacar. Sementara kita berdua masih bertahan dalam amukan-amukan badai kesepian. Tak ada foto kue yang bisa kita upload di instagram. Ah, masih syukur ada yang nulis HBD di dinding Facebook.


Setidaknya semua hal inilah kiranya yang membuat kita connected.


Apakah antum benar-benar menyadari sesuatu di usia ke 23 ini? Usia di mana deg-degan pasa masa SMA sudah tidak ada lagi. Usia di mana kiita mulai menebak-nebak ke mana hidup akan membawa kita. Usia yang membuat kita mau-tak-mau sudah bi(a)sa menjawab "Udah siap nikah belum?" dengan "Gampanglah, semua sudah dalam rancangan."


Dan di zaman dengan kredo "aku online, maka aku ada" inilah setidaknya kita tetap keep in touch. Zaman di mana kita mampu melanjutkan percakapan kita melewati seluruh pembatas ruang dan waktu. Aku di Munjul, kamu di Kairo, tapi mantan tetap hati. Duh!


Selebihnya mari berterimaksih dengan Yahudi (yang mengaku Atheis) jenius ciptaan Allah yang bernama Mark Zuckerberg itu. Thank you Mark. Aku harap kamu jadi mentri KEMENINFO di sini?


Syaikh, Maul. Apakah Syaikh Maul mulai berani menatap kaca cermin lebih lama. Memperhatikan kerut wajah, mata yang sudahlagi tidak secerah dahulu, dan bulu-buku yang tumbuh di beberapa daerah. Mungin juga sudah mulai beruban. Padahal baru 23 tahun. kesepian memang bahan bakar yang laik-uji untuk membuat kita cepat tua.


Semetara kamu masih percaya, bahwa kamu selalu layak untuk cinta yang kamu inginkan. Walaupun kamu tidak tahu bagaimana hal itu bisa terjadi.


Apa yang kamu pikirkan di usia 23 tahun, Syaikh? Apakah kamu memang sedang bersiap akan menikah satu atau dua tahun lagi, sebagaimana anjuran orang tuamu.Atuakah kamu ingin benar-benar sedang merencanakan satu album lagu musikalisasi puisi dengan lantunan musik sunda?

Aku tahu. Cutterme sudah membuatmu lupa bahwa kamu laki-laki yang kadang-kadang lihat iklan pengaman aja langsung bergetar seluruh kakimu.

Syaikh.Saya berdoa. Semoga kesepian bukanlah apa-apa. Semoga kita tetap produktif dan kontributif untuk maslahat ummat.Amin.

Sebagai kado, biar aku pesani kamu sebuah alasan untuk ngeles. Kita bisa berapologi bahwa Soe Hok Gie saja sering kandas cintanya. Ya maklum. Mahasiswa jenis pejuang memang musti serba-korban. Korban perasaan itu cuma hal sepele. Hal sepele yang menyesakkan. Yaelah.


*Catatan Telat Posting.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...